PCC di zamanku dulu
Assalamu alaikum wr wb
Seingatku, PCC dulunya adalah sebuah sub UKM yang berada di bawah UKM PP. Ada dua anak organisasi dari UKM PP, yaitu UKM PCC dan PECC. PECC sudah keluar dari PP sejak pertama kali aku menjadi anggota PCC, yaitu sekitar bulan oktober 1996. Sedangkan PCC menjadi UKM pada awal masa kepemimpinan Mas Wawan Setyo Wibowo.
Sebelum masaku memimpin, PCC sedang berusaha untuk membenahi diri. Pembenahan terutama ditujukan pada pembentukan karakter dan sikap profesionalisme masing-masing pengurus puncak. Dulu PCC sudah mengadakan kerjasama dengan Udinus pada bulan Desember 1997. Namun kerjasama itu dirasa kurang relevan lagi karena Udinus tidak memiliki struktur organisasi mahasiswa yang setaraf dengan politeknik.
Tahun 1998 adalah masa suram dan juga sekaligus kemenangan bagi sebagian gerakan kemahasiswaan. Saat itu aku menginginkan PCC sebagai organisasi yang murni profesional dan tidak ikut terlibat dalam urusan politik. Profesionalisme hanya didapat melalui struktur pelatihan dan pendidikan yang baik. Kadang juga aku terlibat perseteruan dengan Ketua Senat hanya karena perebutan ruangan untuk prosesi pelatihan komputer.
Di akhir kepemimpinanku, diadakan sidang umum untuk merubah AD/ART yang lama. AD/ART yang lama ingin kurubah karena mewajibkan syarat yang cukup sulit untuk dilaksanakan, yaitu harus melibatkan alumni PCC dalam pemilihan ketua umum PCC. Pemilihan ketua umum PCC adalah murni kewenangan anggota PCC yang masih aktif dan tidak perlu melibatkan alumni.
Di bulan April 1999, sidang umum itu terlaksana dengan Alinasri sebagai ketua pelaksananya, karena aku tahu dialah calon terkuat untuk ketua umum berikutnya. Salah satu alumni juga hadir dalam prosesi tersebut.
Pesanku untuk adik-adik pengurus yang baru, tetaplah menjaga profesionalisme. Jangan mudah terpengaruh oleh hal-hal tertentu yang tidak baik. Batasi diri anda, kapan anda sebagai anggota/pengurus PCC, kapan Anda sebagai seorang mahasiswa politeknik yang harus belajar, dan kapan pula Anda sebagai seorang remaja yang butuh rekreasi, kesenangan hidup, dan mungkin mencintai lawan jenis sesama anggota PCC.
Adios,
Imam SH


